Musim Hujan Penghasilan Ojol Bisa Rp 300 Ribu per Hari

    0
    8

    Ojek online laris manis saat musim hujan seperti sekarang. Hujan membawa lebih banyak rezeki dari biasanya. Raut wajahnya tampak lelah. Menunggu pesanan tidak pasti, kapan harus selesai. Beberapa menit berlalu. Mengusir kebosanan dengan memainkan game di ponsel pintar.

    Sesekali pria itu sepertinya memeriksa pesanan lain. Sesaat kemudian wajahnya bahagia. Tepat ketika pelayan restoran cepat saji datang kepadanya. Membawa tas berisi lima kotak makanan.

    “Ini pesanannya, maaf untuk menunggu lama,” kata pelayan. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek online ini tersenyum. Lombok Post (Jawa Pos Group) mencoba mendekatinya. Berkenalan. “Namaku Mukhtar,” kata pria 36 tahun itu.

    Mukhtar mengakui bahwa ia telah menjadi pengemudi ojek online selama dua tahun. Awalnya hanya pekerjaan sampingan. Namun, karena penghasilannya cukup besar, ia berubah pikiran. Menjadikan ojek online sebagai pekerjaan utama.

    Dia sangat bersemangat meskipun kota Mataram kemarin agak berawan. Dia mengatakan, hujan selalu membawa berkah bagi mereka yang bisa memanfaatkan peluang. “Alhamdulillah, berkah, penghasilannya bisa meningkat,” katanya. Hujan, kata Mukhtar, tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan rezeki. Sebagian besar hanya rumit ketika mengenakan jas hujan atau smartphone yang biasanya diletakkan di bagian depan kendaraan.

    Baca Juga  Surat Terbuka Andres Iniesta Pasca Spanyol Tersingkir dari Piala Dunia 2018

    “Itu hanya masalahnya tetapi itu tidak masalah bagiku,” Mukhtar menjelaskan.

    Seperti peraturan perusahaan Ojol secara umum, tetapkan target poin untuk pekerja sebanyak 20 poin per hari. Dibandingkan dengan menjemput pelanggan, menerima pesanan pesanan lebih menguntungkan.

    Karena mengantar pelanggan hanya mendapat satu poin. Sementara mendapatkan pesanan makanan mendapat dua poin.

    Agar poin bertambah, saat hujan dia memanfaatkan kesempatan itu. Karena ketika hujan, banyak pelanggan menggunakan aplikasi pemesanan makanan. Mukhtar mengatakan, pada hari dengan kondisi cuaca normal, paling macet ia hanya menerima pesanan 10. Tidak seperti saat hujan, pesanan melimpah dan meningkat menjadi 16 hingga 20

    “Masalahnya adalah, jika kami telah selesai mengirimkan pesanan lain, ketika kami membuka aplikasi lagi, kami dapat segera memesan pelanggan,” katanya dengan tegas.

    Untuk jumlah rupiah, jangan tanya. Pada hari normal tanpa hujan, rupiah yang ia hasilkan dalam sehari sekitar Rp. 160 ribu. Tetapi saat hujan, itu bisa meningkat hingga 40 persen. Kadang bisa Rp 250 ribu. Bahkan hingga Rp. 300 ribu. Jika tubuhnya benar-benar bugar, bisa jadi lebih dari itu. Menurutnya, pekerjaan seperti ini memang membutuhkan kondisi yang selalu stabil. Apalagi mencari rezeki di tengah hujan, dia tidak lupa menyiapkan obat-obatan yang dia bawa dari rumah.

    Baca Juga  Eks Walkot Jaktim Dipensiunkan Lewat WA, Sandi: Zaman Now

    BACA JUGA: Di Depan Supir Ojol, Prabowo Mengeluh tentang Pidato Twisted-nya

    “Misalnya, seperti balsem, saya biasanya membawanya. Itu bohong jika kita tidak merasa dingin dan lelah, tetapi nama kepala keluarga memiliki tanggung jawab keluarga, saya melakukan semuanya,” katanya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here