Setelah Penggabungan, Manajemen BTPN berjanji untuk tidak memberhentikan karyawan

0
6

Manajemen PT Bank BTPN (Tbk) sebagai entitas baru hasil merger PT Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Tbk dengan perusahaan bank Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Indonesia berjanji tidak akan memutuskan hubungan kerja setelah aksi korporasi tersebut telah dilakukan. Direktur Pelaksana BTPN Ongki Bank Wanadjati Dana mengatakan, setelah beroperasi secara efektif hari ini, Jumat (01/01/2019), perusahaan akan membuka lebih banyak peluang bagi karyawannya untuk berkembang karena model bisnis BTPN dan SMBC benar-benar berbeda. “Itu tidak mengurangi (jumlah karyawan) sama sekali, tidak ada tumpang tindih (usaha) sama sekali,” katanya di Jakarta, Jumat (1/2/2019). Dengan penggabungan kedua perusahaan ini, BTPN, yang sebelumnya hanya melayani pelanggan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), memiliki kesempatan untuk melayani segmen perusahaan menengah dan lebih besar (segmen komersial) dan mengembangkan ruang lingkup bisnis ritel.

Dengan demikian, kantor cabang BTPN menjadi lebih aktif. “Jadi tidak ada PHK, kantor cabang kami akan lebih aktif sekarang karena saat ini dapat melayani segmen perusahaan,” kata Ongki. Sebagai catatan, Setelah resmi bergabung dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk dan melahirkan bank baru PT Bank BTPN (Tbk), kini bank Jepang Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) memiliki 97,43 persen dari BTPN Bank. Peleburan BTPN dan SMBC juga menghasilkan total aset sebesar Rp. 189,9 triliun pada Desember 2018. Dengan total kredit sebesar Rp. 133,25 triliun, komposisi yang terbagi dua antara BTPN dan SMBC. Selain itu, modal inti perusahaan juga mencatat lompatan ke Rp. 25 triliun. Hal ini membuat perusahaan optimis dapat masuk dalam kategori Kelompok Usaha Bank Umum (BUKU) IV dua tahun setelah merger.

Baca Juga  Ternyata Tidak Mengandung Susu, BPOM Turun Tangan Kepada Produsen Susu Kental Manis

 

Referensi by Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here