Ternyata Tidak Mengandung Susu, BPOM Turun Tangan Kepada Produsen Susu Kental Manis

0
23

Sudah lama menjadi polemik, akhirnya BPOM mengeluarkan surat edaran untuk para produsen susu kental manis.

Selama ini, susu kental manis (SKM) dikenal masyarakat Indonesia sebagai pilihan susu bernutrisi dengan harga yang ekonomis. Ada yang mengatakan, bahwa sejarah susu kental manis berawal dari kerinduan koloni belanda di Indonesia akan rasa susu. Untuk membawanya ke Indonesia melalui perjalanan laut dalam waktu yang lama, mereka menambahkan gula sebagai bahan pengawet.

Dari data yang didapat oleh, hampir 50% bahan baku SKM adalah gula. Jika dijabarkan, dalam segelas susu yang dibuat dari SKM mengandung dua sendok makan gula pasir. Jumlah ini sudah melebihi anjuran WHO mengenai konsumsi gula pada anak-anak dalam sehari. Sedangkan, para produsen menyarankan untuk meminum susu dari SKM sebanyak dua gelas sehari lewat iklannya.

Label pada kemasan memang mencantumkan kandungan berbagai vitamin yang ditambahkan ke dalam SKM. Sehingga dalam iklan, SKM digadang sebagai produk yang bernutrisi dan sehat bagi anak-anak yang menjadi sasaran konsumen utama. Jika mengingat tingginya kandungan gula tersebut, benarkah sehat? Pikirkan tentang penyakit diabetes.

Baca Juga  Perubahan Harga BBM Nonsubsidi Kini Tak Perlu Lagi Persetujuan Menteri ESDM

Surat edaran yang dilayangkan oleh BPOM bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Surat ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen, khususnya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Sebab, informasi yang tertanam selama ini adalah cairan pemanis bertekstur kental ini merupakan salah satu produk susu. Sedangkan, BPOM pun telah secara resmi menyatakan bahwa produk yang sekian lama dikenal sebagai susu kental manis tidak mengandung susu.

Ada 4 hal yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, distributor produk susu kental, dan analognya berupa larangan atau syarat untuk beriklan dan membuat label. Berikut ini 4 poin dalam surat edaran tersebut:

1. Dilarang menggunakan model atau menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apa pun.

2. Dilarang mengklaim dan menggunakan visualisasi yang menyetarakan produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) dengan produk susu (susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula) sebagai penambah dan pelengkap gizi.

Baca Juga  Jadi Tersangka Korupsi Tapi Menang Pilkada Tulungagung, Ini Tanggapan KPK

3. Dilarang menggunakan gambar susu cair dan atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Pada dasarnya, konsumsi susu kental manis tidak dilarang. Penggunaannya sebagai bahan tambahan dalam makanan seperti martabak atau minuman es masih aman dalam batas normal. Namun, dengan adanya surat edaran dan temuan dari BPOM ini, para orang tua diharapkan memiliki tambahan pertimbangan untuk lebih bijak dalam memilih dan memberikan makanan pada anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here